Kisah Blonteng dan Maung

June 19th, 2008 by purplebuble

Pernah denger boneka ngomong? Haa..kalo belum, maka elo harus baca kisah ini. Kisah kali ini terilhami dari kisah nyata dua boneka gue yang merepresentasikan percintaan imaji gue..(wakwaw..at least I have a love life, even it’s only in my DREAM!!) Diusahakan sih fiktif, tapi kalo pernah denger dalam ‘the real life..’ ya maaf.. huehehehehehe…
Blonteng dan Maung sendiri tinggal terpisah..satu ditinggal di simprug (Blonteng), satu lagi ditaruh di kostan Sakura tercinta (Maung). Jadi kadang percakapan mereka ini terungkap lewat telepon yang aneh bin absurd.. Belum lagi kalo ketemu…hueee…. Maung suka sok cuek…(hyahyahyahyahyahya…)

Let’s start the Blonteng & Maung’s conversation..

Blonteng: “Maung..” (lagi nelpon Maung)
Maung: “hm…(always..)”
Blonteng: “kamu lagi apa sih?”
Maung: “lagi sibuk nih Teng!! Jangan ganggu ah.”

Ok fine..dan Blonteng pun menutup telpon..lalu Blonteng memutuskan untuk meng-sms Maung :
‘Maung..kamu kenapa sih, marah-marah mulu. Aku tuh ga niat kayak gitu sama kamu. Jangan salah paham dong..’

Lalu Maung akan segera menelpon dan berkata:
“Blonteng, kan gue udah bilang ama elo. Jangan suka sms gue kayak gitu. Tendensi lo itu Teng! Gue ga suka. Gue ini lagi nyari KETENANGAN, elo malah bikin gue makin ga tenang!! Kalo mau ngomong, langsung lewat telpon! Sakit kuping gue!”
(dan dengan suksesnya langsung menutup telpon, meninggalkan Blonteng yang ternganga tak tau harus apa..)

Blonteng yang panik tau Maung marah tanpa alasan, segera menelponnya..
Tapi yang ada, Maung me-reject telpon Blonteng…Blonteng semakin panik dan memutuskan untuk meng-sms lagi.
‘Maung, aku tuh beneran ga niat untuk bikin kamu marah..’ *blonteng pun menangis..

Maung pun menelpon,
“telpon gue!pulsa gue abis tau!”

*gedubrak* ternyata Maung ga ada pulsa..dasar GALAK!! → kata blonteng..tapi dia menelpon Maung..
Blonteng: “Maung,,,jangan marah dong..aku kan ga niat untuk ganggu ketenangan kamu..aku tau kamu lagi sibuk,..
Maung: *as always, memotong omongan Blonteng* Teng! Elo tuh keterlaluan. Gue tuh mau cari ketenangan! Elo tau kan gue udah ditekan kayak apa. Elo tau cerita gue kan? Elo jangan nambah-nambahin beban gue dong..
→For your information, percakapan versi ini sudah SANGAT sering terjadi di telpon, antara Blonteng dengan Maung..gue aja yang berada di dekat mereka (antara sama blonteng or Maung) sering ikut capek..karena..pasti akhirnya Blonteng nangis..trus Maung akan bilang: “Nangis mulu..akting gue oke kan Teng..gaya lo Teng..maaaauuuuuuuuu(meniru tangisan Blonteng)”

Oke, enough untuk tema “mencari ketenangan”

Ada lagi nih kisah saat Blonteng berjanji untuk membangunkan Maung yang katanya mau nyelesaiin kerjaannya…Blonteng pun segera menelepon Maung..
Blonteng: “Maung…bangun”
Maung: “iya Teng..(dengan nada suara ngantuk)
Blonteng: “beneran ya, jangan tidur lagi..ayo sana cuci muka trus ngetik..ok..”
Maung: “oke Blonteng”

Dan apa yang terjadi selanjutnya????? Ternyata maung TIDUR dengan suksesnya tanpa mengetik apapun…karena besok paginya,
Maung: “(lewat telpon) Teng, elo kemaren nelpon gue ya?”
Blonteng: “lho iya..kamu tidur lagi ya??”
Maung: “iya..hehehe gue ketiduran dan ga sadar elo telpon. Gue kecapekan teng (alasan as always….)”
Blonteng hanya bisa tertawa atas kebiasaan Maung..

Itu belum seberapa, kalo Maung tertidur..macam-macam kalimat yang ia keluarkan..contohnya
“iya Teng, mau beres-beres..mau beres-beres (dan kemudian dengan sukses mematikan telpon)” → ini asli dia ga sadar..
belum lagi sifat-sifat tak terduganya…
“Teng, tadi gue nelpon ketiduran ya..ya udah, istirahat aja yuk…muach muach muach…”
atau
“kenapa sayang?hm…”→ indikasi tidak sadar karena blonteng tau MAUNG itu ga mungkin semanis ini…

nah, itu kan sifat tak terduga yang manis..kalo yang ngeselin juga banyak..misal…
“apaan sih Teng, sibuk gue!”
“sakit kuping gue!”
“dasar BUDEK”→yang terakhir ini paling sering diucapkan…dan Blonteng dengan sabar cuma bisa bilang “dasar GALAK!!” dan kemudian Maung akan menjawab dengan kalimat favoritnya..”MAU-MAU GUE DONG!”

Ini yang paling sering terjadi…keduanya selalu saja saling goda kalo tau saat menelpon, ada boneka lain disebelahnya..misal..waktu blonteng nelpon Maung, trus tau di sebelah Maung ada Bruno (boneka di sakura juga)
Blonteng: “di sebelah kamu ada sapa sih?”
Maung: “ada Bruno..makanya..jangan macem-macem Teng!”
Blonteng: “ooohh ada Brunooo….hm….Maung…”
Maung: “Apa Blonteng?”
Blonteng: “kamu sayang aku ga?”
Maung: “dasar Blonteng!! Ada bruno tau (Dengan berbisik)
Blonteng: “ayooo…ya udah…cium aku dong…”
Maung: “dasar gendut”
Blonteng: “hyahyahyahya..kamu ga berani ya…ada brunooooooo”

Itu versi blonteng..lain lagi versi Maung..
Maung: “ada puff n piggy ya?”
Blonteng: “iya nih..aku lagi makan bareng mereka”
Maung: “ooo…enaknya..kamu sayang sama aku?”
Blonteng: “iya….”
Maung: “cium dong…hahahahahahaha”
Blonteng: “Maung aaaaaahhhhhhhhhh”

Huff..begitulah…nah kalimat favorit mereka itu kalo lagi ngobrol…
Blonteng: “kamu jealous YIIAAAA???”
Atau
Blonteng: “ya sudah SIH…” “gih”

Maung : “terserah kamu aja..telpon tinggal telpon..enggak ya enggak

Begitulah yang terjadi antara mereka..walau Maung sering menghina dengan kejam Blonteng (alasannya Blonteng ini sakit mulu…)
→ Blonteng: “sakiiiitttt….”
Maung: “sakit mulu! Dasar Gendut PENYAKITAN!! BUDEK LAGI!!!!”

Tapi Maung dan Blonteng ini selalu saja saling mencari (kalo sampe Maung ntar ng-claim ENGGAK..jangan percaya..biar si Maung suka bilang..”mana ada yang mau ama elo Teng” tetep aja Blonteng akan jawab ‘ ah biar gitu kamu nyariin terus kok’)
Sebenarnya kisah mereka ini banyak banget..tapi ntar deh..dilanjutin..
Gue sebagai pemilik mereka berdua, selalu aja geli kalo inget kejadian mereka berdua..yang kalo dipikir-pikir OVER BANGET DEH!!!
Hyahyahyahyahya…..

PS: kisah ini murni FIKTIF..hehehehe ya paling tidak, cuma blonteng dan maung yang tau kebenarannya…ya kan?
[Maung..kata bLonteng….AKU SAYANG KAMU…huihuihuihuihui]

Tanyaku dalam Malam

April 23rd, 2008 by purplebuble

Aku hidup dalam ketakutan masa lalu..
bukan milikku melainkan milikmu..

semakin mencekam,
sejak mengetahui bahwa telah kauberikan cinta abadi untuknya,
yang takkan hilang walau musim tergantikan..

Maka tak berani lagi aku berharap,
hanya mampu menerima,
apa yang tersisa darimu,
dengan sejuta tanya :
‘Sampai Kapan?’

-310308-

Kematian Jiwa

March 26th, 2008 by purplebuble

Inilah momen penuh kebohongan yang aku jalani dalam fase kehidupan. Setiap kata yang terucap tak pernah murni keluar sesuai dengan apa yang aku rasakan. Aku mampu membohongi perasaan, dengan mengatakan bahwa aku tak memiliki rasa. Omong kosong! Aku benar-benar memiliki rasa itu. Rasa yang selalu ingin aku definisikan dengan satu pilihan kata yang tepat, hanya tak pernah kutemukan. Setiap aku ingin mengucapkannya, selalu ada sekat yang menghalangi mulut ini berbicara. Semakin aku berusaha tuk mengucapkannya, semakin kuat pula sekat itu menyakiti diriku, menyiksa dengan segala usaha hingga merobohkan diri, tenggelam pada lobang hitam tak berbatas. Ya, aku diambang kematian. Bukan raga, melainkan jiwa. Ketidaksanggupanku beralasan. Terlalu rumit bila dijabarkan dengan gamblang. Sebuah cerita baru dalam kehidupanku justru membuatku berpikir ulang. Ingin rasanya waktu ini kukembalikan ke masa dimana momen itu mulai menjerumuskanku. Aku ingin mengubahnya, karena efek samping dari masa itu sangat menyakitkan hari ini. Ketika pikiran itu tercetus, justru aku tak mampu, bahkan untuk memikirkannya kembali. Karena itulah yang ia ucapkan. Terlalu kompleks, bahkan untuk bernafas pun aku tak dapat melepaskan pandangan darinya. Aku ingin dengan mudah mengatakan segala rasa yang ada karena dia, aku ingin membuat ia mengetahuinya. Aku tuliskan lewat permainan huruf dalam setiap tulisanku. Aku nyanyikan dalam penggalan lirik lagu yang mengingatkanku akannya. Aku tangiskan lewat mimpiku yang semakin menyakiti perlahan. Aku bukannya menikmati setiap luka yang ia goreskan. Aku hanya tak mampu membayangkan dengan segera tak lagi dapat berbagi makna dengannya. Aku bertahan dalam perih yang tak terkira. Retakan hati ini semakin melebur dengan airmata. Ia bermuara pada lautan semesta kesedihan yang tak terkira luasnya. Cahaya putih itu mulai memanggilku, memanggil jiwa yang sangat rapuh ini. Aku bahkan tak berani berkata ‘aku kuat’ karena bisa saja satu luka lagi benar-benar mengirimku pada kematian jiwa. Raga ini tetap mampu hidup, tapi hanya akan ada kehampaan. Setiap langkahku tercekat, karena setiap langkah memicu airmata tuk mengaliri jejak yang tercipta. Airmata ini seharusnya tak boleh keluar. Aku seharusnya tegar, karena kesedihan hanya menghambatku membaca segala tanda semesta dalam pencarian kebahagiaanku. Tapi arus tangis tersebut tak mampu terbendung. Seakan memiliki kehendaknya sendiri, ia menari bebas di permukaan wajahku dan membenamkanku dalam sungai duka. Raga ini berjalan tanpa arah. Jiwa tak lagi ingin menemani. Jiwa terlalu tersakiti, hingga tak ada lagi rasa percaya untuk menemani raga, menikmati tiap waktu yang datang. Waktu? Bagi jiwa waktu tak lagi berupa kuantitas..Ia merindukan kualitas dari waktu, yang mengisahkan warna senja hingga kerlip bintang berpijar. Jiwa terpaku pada angan, membiarkan raga ini tertarik kuat oleh mekanik waktu yang selalu menanti detik selanjutnya. Entah hingga kapan aku akan mampu menahan jiwa ini agar tak benar-benar menghilang. Maka kukatakan aku berada di ambang kematian, karena jiwa ini tak lagi ingin berjalan sealur bersama raga…[30012008]

Malam di Bali..

January 22nd, 2008 by purplebuble

Menyadari bahwa hati ini telah terpaut padamu, membuat segalanya terpaku dalam waktu yang tak lagi berbatas..

Semesta memberiku harapan bahwa takkan lagi ada penderitaan,

tapi nyatanya hanya semakin meleburkan rasa sakit ini bersama birunya lautan yang membuatku tenggelam perlahan..

Bahkan senja pun tak mampu lagi berkata-kata

hanya menyaksikan tiap derai airmata yang tercurah memecah bersama ombak..

Keindahan yang kau tawarkan bahkan hanya memberi secuil tawa,

karena segalanya berakhir ketika genggaman kau lepaskan..

Aku hanya dapat mengenangmu di malam itu,

saat setiap sentuhanmu melepaskan segala belenggu raga,

membuatku yakin bahwa memang hati ini menginginkanmu..

           walau beribu luka kau goreskan..

           walau sejuta perih kau berikan..

Dan kini aku menangis dalam kilasan memori, memandangi gambaran matamu tentangku,

satu-satunya yang tertinggal untuk kugenggam dan menenggelamkanku dalam lautan khayalan…

[one moment tP1010021hat i'll remember forever..]

>> I’m still hoping..and longing for you..

maknai rasaku..

November 2nd, 2007 by purplebuble

Sadarkah kamu?

bahwa diriku telah memberi tanda melalui segala kata dan tindakan..

melalui tatapan aku berharap tanda itu kau terima

Aku memberi kebebasan bagimu untuk menginterpretasikan segala rasa yang kusimbolkan..

Waktuku tak terbatas.. aku siap menanti demi kesempurnaan pemaknaan..

Kuharap tandaku kau terima menyeluruh..

dan hingga kau sempurnakan segala makna hati, penantianku tetap dalam malam, berteman sepi dengan bintang..

Menyapamu pagi iini

November 2nd, 2007 by purplebuble

Menjelang pagi kutanyakan, mengenai hasrat pencarian yang ta pernah henti..

Mencari rupa yang mewakili semesta, yang selalu dikicaukan murai ketika embun bertaburan.

Ia adalah pengisi celah diri yang selalu hampa.

Ia adalah kunci pembuka segala belenggu hati.

Ia adalah asa, yang menyerupai kesempurnaan semesta..

Inginku hanya menemukannya,

            agar diri tak lagi terpuruk dalam kesendirian

dan kematian tak perlu cepat datang……………

ЗВЕЗДА

October 31st, 2007 by purplebuble

Sekali lagi melewati malam dalam sendiri,

hanya ditemani asap rokok dan asa akan kebahagiaan..

Tapi asa hanyalah asa..tak pernah indah ketika benar ada.

Aku sadari benar bahwa pencarian ini tak pernah terhenti..

Ia berwujud rupa dalam segala rincian alam raya..

Ia pernah menjelma dalam hujan..

Sekilas ia merebut perhatian melalui dingin malam..

Ia muncul dalam rupa capung..

Bintang pun ia pinjam wujudnya menemani malamku..

Pernah kunanti bisikannya melalui nyanyian murai..

dan segalanya kembali terhembus bersama nafasku..

Melalui asap rokok, maka kembali aku berteman sepi..

Kesendirian ini melumpuhkan panca indraku.. bahkan tanda semesta tak mampu terbaca..

Aku termangu dalam malam.. kurasa kutemukan kembali dia..meminjam wujud bintang dan kemudian kunamakan..

Ia adalah  ЗВЕЗДА yang kutemukan dari sekian ribu titik terang..

Inikah tanda yang harus kubaca? Lalu mengapa kini aku yang tertelan malam, hingga keberadaanku tak disadarinya?

Maka malam ini terasa lebih menyakitkan.. aku tak hanya sendiri, aku tak pernah ia sadari.. keberadaanku terkikis perlahan..

dan seiring berakhirnya malam, aku akan segera menjadi bagian dari ketiadaan karena keacuhannya..

hanya Mufti yang akan mengerti….

September 13th, 2007 by purplebuble

Ikutlah denganku kawan…

sebelum kau membuat keputusan hidup yang akan mempengaruhi semesta..

saat ini rasa percaya itu hanya untukmu yang mampu mendengar tangisan hati ini..yang terucap melalui bisikan..yang tidak dapat dimengerti bahasa…

Maka pandangi mataku..rasuki segala benakku..karena perspektifku bukan milik dunia.. ia terkubur sangat dalam..dibalik senyuman yang mengisyaratkan duka..

dan kawan..kurasa kamulah yang mengerti…

bahwa hanya malam yang kucintai…

[ini ungkapan hatiku untuk CHE yang selalu mendengar alarm S.O.S ku....]

kenapa langit tidak indah malam ini?

August 17th, 2007 by purplebuble

hm…rasanya ini minggu yang berat..

kekecewaan demi kekecewaan..dari sebuah pemikiran, dari banyaknya janji, dari rasa takut akan gagal, dari sebuah dendam akan pelecehan seksual, dari rasa tidak terima akan penolakan..dari rasa terbuang…dari banyak hal…

gue pikir malam ini gue akan menikmati malam sendiri di kostan..ternyata bokap membutuhkan peran gue di rumah..dan sekali lagi gue malah merasa semakin kosong..[punggung ini rasanya kosong..]..dan gue sadari bahwa keberadaan gue di dunia ini memang memiliki peran tersendiri…sekarang apakah gue siap? itu yang harus dipertanyakan…

dalam kekalutan gue putuskan untuk mencuri lihat ke langit malam ini..kecewa sekali lagi kecewa..bukan warna yang biasa kulihat indah..bukan ungu tua berpadu dengan hitam..hanya kelam..bahkan tak ada bintang yang tersenyum malam ini..aku kembali merasa sendirian…

dan kuputuskan untuk mengakhiri banyak hal..termasuk akibat kekecewaan dari sebuah harapan. malah gue rasa kali ini sudah sangat sulit untuk diatasi..ya, gue akui malam ini gue sangat sedih, dan gue rasa pantas untuk gue menangis..karena tertawa pun hanya penuh kemunafikan untuk malam ini…

ada sebenarnya pilihan yang paling eksis untuk kegalauan ini..tapi justru itu yang gue ragukan, karena apakah pilihan itu bisa dijadikan bagian dari pilihan2 rasional yang ada? tadi di taksi gue sempat kembali memikirkan ketiadaan…ya tentang kematian..bukankah sadar memilih kematian adalah tindakan paling eksis?? tapi masalahnya gue belum tahu alasan rasional apa yang dapat kuberikan..habis….lucu aja, disaat perasaan ini hanya ada datar..yang mampu memacu adrenalin kok justru pikiran itu ya?? hihihihi lebih menyenangkan malah menghayalkan gue menghilang tiba2 di dunia..apa bakal berpengaruh pada alur kehidupan?? atau tidak?? hm..iya sih pastinya..tapi recovery alur itu cepat atau enggak ya?? hm… tapi akhirnya gue pikir belum saatnya kematian jadi bagian pilihan..bukan karena gue merasa itu adalah ‘dosa’ atau takut atau apa..cuma karena belum ada alasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan…

nah oleh karena itu, seharusnya malam ini langit berwarna ungu tua yang berpadu dengan hitam…agar gue ngerasa sedikit tenang…tapi kenapa malam saja tidak bersahabat ya????

tentang apa ya??

August 4th, 2007 by purplebuble

haaaaaaa pemberitahuan : saya sudah mulai menjalani masa perkuliahan lho…senangnya jadi mahasiswa lagi!! ternyata memang belajar itu menyenangkan…dan saya berjanji ilmu ini akan kubagi..demi perubahan paradigma!!demi dunia yang lebih baik!! hihihihihihihihi [ntar gue ceritain ttg kuliah gue, ttg spot favorit gue..secara gue anti sosial, jadi nikmat sekali merokok sendirian di atap gedung..hihihihihi tapi sabar ya..di blog berikutnya...]

nah pemberitahuan kedua : gue sakit!! sinus ga jelas, batuk ga jelas..kayak mau mati tapi ga mati2..hahahahahaha ini akibat RUANG KELAS YANG KOTOR DAN LEMBAB!! secara gue terbiasa dengan udara di depok, ternyata udara salemba bikin gue udara shock..hihihihihi akibatnya gue tepar parah..semoga tidak segera mati..karena saya masih ingin kuliah dan membagi ilmu untuk Komunitas Ungu…hihihihihihihi lagian masih banyak tugas dan penasaran yang belum terselesaikan…matinya ntar dulu deh….

okeeeeehh….saya mau tidur kembali…..semoga esok saya sembuh dan bisa kembali KULIAH!! horeeeeeeeeeeeeee